Sebarkanlah, Inilah Anak Durhaka, Cinta Tak Direstui, Abg Gorok Leher Ayah Kandung Hingga Tewas

Gorontalo - Remaja ini benar-benar anak durhaka. Kebejatannya mengalahkan legenda Malin Kundang. Pasalnya, anak kemarin sore ini, F (17), tega menggorok leher ayah kandungnya, Nasir Mahmud (60) hingga tewas, karena cintanya tak direstui.

Gilanya, ia merencanakan dan melakukan pembunuhan itu bersama pacarnya, Open Heda (60). Pembunuhan berencana itu terjadi di rumah korban, Jalan H Agus Salim, Kota Gorotalo, sekira pukul 03.00 WITA dini hari.

Menurut Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Agus Santoso, pasangan kekasih ini nekat menghabisi nyawa korban karena hubungan mereka tak direstui, meski keduanya telah pacaran selama 3 tahun. "Pengakuan para tersangka, mereka kecewa karena sering dimarahi dan hubungannya tidak direstui," katanya.





Sebelum melakukan aksinya, F menelepon Open Heda untuk datang ke rumahnya. Setelah masuk ke rumah, Open bersembunyi di balik sofa, dan menunggu perintah selanjutnya. Kedua tersangka kemudian masuk ke dalam kamar korban.

Tersangka F lalu membekap wajah ayahnya dengan bantal, Open Heda lalu menggorok leher korban menggunakan parang. Saat dieksekusi, korban sempat meronta dan mengenai tangan F hingga terluka parah. "F bertugas membekap wajah korban dengan bantal, Open lalu menggorok," tambahnya.

Saat digorok, korban sempat berteriak sehingga adik kandungnya atau bibi F terbangun dan masuk ke dalam kamar. Mengetahui ada yang datang, kedua pelaku pura-pura tewas. Wanita itu lalu berteriak minta tolong, sehingga tetangga berdatangan.

Tak lama kemudian petugas Polres Gorontalo Kota tiba di lokasi setelah ditelepon warga. Open Heda lalu diamankan. Sedangkan F langsung dilarikan ke RS Bunda Kota Gorontalo karena tangannya terluka.

"Tersangka Open Heda langsung dibawa ke Mapolres Gorontalo Kota untuk diinterogasi. Sedangkan F dibawa ke Rumah Sakit Bunda untuk mendapatkan perawatan," tambahnya.

Atas perbuatannya, F dan Open Heda dijerat dua kasus, yakni pembunuhan berencana Pasal 340 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati dan Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.